Diriku Saat Ini…

adhi-saat-ini.jpg

Menjadi seorang akademisi (pendidik red.),… Itulah obsesi yang terpendam dalam hati. Makanya selepas dari kampus, peluang dibeberapa perusahaan tidak aku ambil, aku lebih memilih tawaran dari Om-ku untuk membantunya mengelola sebuah perguruan tinggi swasta di daerah Solo. Kebetulan Om-ku adalah ketua yayasan yang mendanai perguruan tinggi itu. Obsesi dan harapan itu betul-betul hampir menjadi kenyataan, bahkan pihak yayasan langsung memberikan beasiswa padaku untuk studi lanjut S2, pesan yang disampaikan padaku oleh ketua yayasan adalah bahwa akulah nantinya yang sepenuhnya akan diberikan amanah untuk mengelola perguruan tinggi tersebut. Jadi aku harus benyak belajar bagaimana manajemen dan pengelolaan sebuah perguruan tinggi, disamping itu kemampuan akademispun harus ditingkatkan. (Janji dan harapan itu bagaikan angin surga yang terasa sangat manis…)

Waktu demi waktu aku jalani dengan enjoy sebagai seorang dosen swasta sekaligus Pembantu Direktur II di perguruan tinggi tersebut. Dengan posisi yang aku pegang saat itu, praktis segala urusan admisnistrasi dan keuangan aku tahu semuanya. Satu tugas khusus yang diberikan yayasan padaku adalah menjadi intelejen (mata-mata) dalam pelaksanaan pengelolaan perguruan tinggi tersebut (kebetulan aku masuk ke perguruan tinggi itu tanpa rekomendasi dari perusahaan, jadi murni melalui proses seleksi, bahkan KTP yang aku pakai-pun adalah KTP Jogja. Sehingga temen-temen dikampus termasuk pimpinan kampus tidak tahu sama sekali bahwa aku adalah orang dekat ketua yayasan). Akupun sudah mendaftar untuk studi lanjut S2 di Pasca Sarjana Universitas Seeblas Maret (UNS) dan mengambil program studi Ilmui Komunikasi (Komunikasi Massa). Bayangan ada title Magister sains (M.Si.) dibelakang namaku sudah ada didepan mata (Senyum optimis mangembang dengan sempurna dibibirku waktu itu…)

Manusia memang tidak punya kuasa untuk menentukan dengan pasti jalan hidupnya, hak yang diberikan Allah adalah sekedar merencanakan sedangkan ketentuan dan keputusan akhir adalah hak prerogatif Allah. Itulah ungkapan yang dibisikkan dalam hatiku, ketika masalah yang tidak disangka-sangka itu datang. Belum genap setahun aku bergabung dengan perguruan tinggi itu, ada konflik yang terjadi antara pimpinan kampus dengan ketua yayasan. Ada beberapa kecurangan yang dilakukan oleh pimpinan kampus, konflik terus berkembang yang kemudian bermuara pada perpecahan kerjasama antara kampus dengan yayasan, pihak yayasan tidak rela pengelolaan kampus dilakukan dengan penuh kecurangan. AKhirnya semua struktur di kampus (tanpa Direktur) dikumpulkan oleh Ketua Yayasan dalam sebuah rapat, disitu diterbitkan dan dibacakan surat keputusan yayasan yang isinya diantaranya adalah memberhentikan direktur dan mengambil alih pengelolaan kampus oleh Yayasan, beliau mengatakan akan mengambil alih semua saham yang dimiliki oleh direktur. Keputusan lain yang  membuat aku betul-betul terkejut adalah penunjukan diriku sebagai Pjs. Direktur menggantikan Direktur yang di nonaktifkan. Pada rapat itu disampaikan juga mengenai identitasku yang sesungguhnya kepada forum yang hadir dapam rapat itu. Lebih lanjut disampaikan juga siapa saja yang tidak tunduk dan patuh pada keputusan yayasan dipersilahkan untuk keluar.

Drama konflik itu ternyata tidak berhenti sampai disitu, setelah manufer yang dilakukan oleh yayasan, ternyata Direktur yang dinonaktifkan membuat manufer lain untuk mengimbangi langkah yang diambil oleh Yayasan. Perang yang sesungguhnya akhirnya dimulai, dalam sebuah pertemuan tertutup antara Direktur dan Ketua Yayasan membuahkan keputusan yang berbalik 180 dejajat. Keputusan inilah yang kemudian membuat diriku ibarat orang yang diangkat tinggi-tinggi kemudian dibanting dengan sekencang-kencangnya ke tempat yang paling rendah. Karena dalam keputusan itu disepakati bahwa Pihak Yayasanlah yang akhirnya melepas seluruh sahamnya kepada Direktur.

Nasib Diriku,…. Ibarat semut yang hancur dan penuh dengan luka karena berada diantara dua gajah yang berseteru. Sang Ketua Yayasan yang kebetulan adalah Om-ku sendiri tanpa dosa,tanpa penyesalan, tanpa ekspresi mengatakan itu hasil pertemuan itu padaku. Sekilas kulihat ada senyum kemenangan dalam bibirnya (Robb… jauhkan diri ini dari prasangka buruk, jauhkan dari dendam, jauhkan dari sifat iri dan dengki,… sesunggunnya semua ini terjadi atas kehendakmu…). Menangis aku dalam hati, Aku dibiarkn begitu saja tanpa ada apapun yang aku terima, bahkan untuk sebuat nasihat sekalipun.

Begitulah, akhirnya beban moral bagiku kalau aku harus bertahan dikampus itu, meskipun Direktur tidak secara lugas memecatku, tetapi aku sadar diri tidak mungkin aku bertahan dalam kondisi seperti itu. Akupun menyatakan mundur dari kampus itu, dengan membawa setumpuk tanda tanya, bimbang, bingung kemana akan melangkah. Tetapi hal yang meguatkanku, Allah pasti sudah punya rencana atas semua ini, pasti ada hikmah besar dibalik semua ini… (Ya Allah, jadikanlah hambamu orang yang sabar, mohon ampun kalau selama ini hambamu banyak berbuat dosa, dan kurang bersyukur ats karunia dan nikmat yang telah Kau berikan…). Tantangan, cobaan, ujian, kegagalan adalah hal biasa bagiku, kalau hanya masalah seperti ini nggak akan bisa membuat aku putus asa (itu kira-kira bisikan tekad dalam hatiku..).

Akhirnya Allah betul-betul menunjukkan kuasanya. Beberapa menit setelah aku mengundurkan diri dari kampus itum aku mencoba menghubungi beberapa teman untuk menanyakan peluang kerja. Salah satu yang aku hubungi adalah Mas Sodikin, senior di Kampus dan senior di PT. Bukaka Teknik Utama. Kebetulan pada hari itu juga Mas Sodikin sedang mencari karyawan (kebetulan posisi beliau di HRD bagian Training dan Recruitment). Pada hari itu juga aku diminta datang ke CIleungsi Bogor untuk intervew (kebetuan aku sempat punya pengalaman Coop di Bukaka selama setengah tahun, sehingga aku banyak kenal dengan orang Bukaka).

Akhirnya, hari itu juga aku meluncur ke Cileungsi Bogor naik kereta api, setelah sebelumnya transit dulu ke Jogja dengan motor. Beberapa proses seleksi aku jalani dan alhamdulillah aku diterima, walaupun akhirnya aku ditempatkan di perusahaan yang sebelumnya bukan tujuanku. Pada awalnya aku diminta bergabung dengan PT. Refconindo (Bukaka Shekter), tetapi setelah interview dengan Top Management, justru aku diminta untuk bergabung di PT. Cidas Supra Metalindo. Bagiku tidak menjadi masalah, justru tempatnya lebih dekat, toch keduanya tidak berbeda, sama-sama perusahaan group Bukaka. (Terima kasih ya Allah, ternyata ini hikmah dibalik semua itu).

Akhirnya profesi Akademisi (praktisi pendidikan) yang menjadi obsesiku aku tinggalkan, termasuk kuliah S2 yang baru saja dimulai harus aku tinggalkan. kini aku harus merelakan diri ini untuk menjalankan takdir sebagai karyawan swasta (kalau nggak mau disebut buruh). Tetapi pada akhirnya aku bisa menikmati profesi ini, apalagi banyak teman dan sahabat yang sebelumnya aku kenal waktu coop dengan senang dan tangan terbuka menerima kehadiranku di Cileungsi. Komunitas aktivis dakwah dan tarbiyah yang ada di daerah inipun langsung dapat dengan mudah aku temui, karena sebelumnya pada waktu coop di Bukaka aku sudah bergabung dengan mereka. Bahkan setibanya di Cileungsi aku langsung diamanahi untuk memegang wajihah dakwah thulabiyah.

Allah memang akan memberikan kemudahan kepada hamba-hambanya yang mau berusaha dan berdoa, janji Allah adalah pasti. Keyakinan itulah yang kujadikan landasan dalam perjuangan hidup ini. Alhamdulillah, kemudahan-kemudahan Allah berikan padaku. Karirku di perusahaan  tempat aku bekerja berkembang dengan pesat, bahkan teramat cepat (Ya Allah mudah-mudahan hal ini tidak seperti waktu aku di kampus..). Setelah 1 tahun bekerja sebagai karyawan kontrak, aku diangkat menjadi karyawan tetap dengan posisi sebagai supervisor di Departemen Engineering. Setahun berikutnya, kebetulan berdasarkan kebijakan manajemen, untuk efektivitas perusahaan seiring dengan perkembangan perusahaan ada pemekaran departemen baru. Bagian Quality Control yang sebelumnya menjadi bagian dalam Departemen Engineering, dipisah dan berdiri sendiri menjadi departmene QA/QC (Quality Assurance/Quality Control). Dan yang menjadi berkah buatku adalah, Akulah yang ditunjuk oleh manajemen untuk menjadi orang pertama yang duduk menjadi Departement Head (Kepala Departemen) di departemen baru itu. Praktis tidak sampai tiga tahun bagiku untuk menduduki posisi puncak yang bisa diperoleh melalui jenjang karir (karena jabatan diatasku adalah direktur teknik, yang menurutku itu adalah jabatan politis dalam sebuah perusahaan), April 2004 aku masuk, Juni 2006 aku sudah dipromosikan menjadi Pjs. Kadept Departemen.

Akhirnya kehidupan sebagai karyawan, sebagai suami dari istriku, sebagai bapak dari anakku dan sebagai bagian kecil dari komunitas dakwah ini, kujalani terus dengan berbagai dinamikanya. Susah, senang, sedih, gembira, tawa dan tangis mengiringi langkah kaki ini dalam menapaki kehidupan. Semoga Allah menjadikan diri ini orang yang sabar dan syukur, orang yang senantiasa istiqomah di jalanNya… dimanapun, dengan siapapun sampai kapanpun…. Amien.

Iklan

9 responses

15 04 2008
Sata raharja

Hebat….!!!
Salut buat Mas Adhi…

13 06 2008
subhan

saat aku melihat blog ini aku lihat photo mas kelihatannya aku kenal saat di FT uny.
saya sudah tinggal di Jkt 3 th an dan bekerja di pengadaan barang/ jasa sebagai administrasi tender……….
salam kenal mas, salam uny mesin 99

25 06 2008
Isnan Fakhrudin

Wah ……… !!!
Ibarat mendaki gunung, sekarang sampeyan menikmati indahnya puncak gunung. Ibarat berjalan menuju pantai dari sleman ke parang tritis, anda sekarang menikmati indahnya debur ombak parangtritis. Ibarat orang sekolah, anda sekarang menikmati gembiranya lulus UNAS. Ibarat mengarungi kehidupan, jalan terjal telah anda lalui.

Aku pengin mengambil pelajaran dari Anda. Sebenarnya aku tadi tertarik dengan tulisan anda tentang kesehatan, lalu aku buka tentang ” diri anda saat ini” dan aku menemukan cerita indah di sini. Terus terang saja aku juga lagi merangkak mengarungi kehidupan mas. Aku sudah punya keluarga dan sekarang aku masih punya PR Besar untuk membangun ekonomi. aku ingin suatu saat pikiranku, tenagaku, jiwaku tidak habis hanya untuk mikir ekonomi keluarga. Ada kepuasan lain, ada pekerjaan mulia lain yang aku ingin lakukan. Membantu sesama. Tapi untuk saat ini aku masih harus fokus untuk menyelamatkan ekonomi keluarga. he.. he.. he…
kita sambung lagi nanti. aku dari lor solo mas — Sragen— tapi sekarang tinggal di Jogja

25 06 2008
Isnan Fakhrudin

O ya, kunjungi blog-ku : http://www.saranahidupsehat.blogspot.com

17 07 2008
Drs.Saddia Naizal Norewan

met kenal mas adhi…

17 07 2008
Drs.Saddia Naizal Norewan

Profesi hebat mas Adhi….

4 08 2008
Adhi Saputra

# Mas Subhan
Salam kenal kembali, kita sama2 alumni Mesin FT UNY. Mudah-mudahan kapan2 bisa copy darat.

# Mas Fakhrudin
Salam kenal juga, mudah-mudahan silaturrahim kita memberikan banyak manfaat dan keberkahan buat kita semua amin. Terima kasih sudah mampir ke blog saya.

# Pak Naizal
Salam kenal juga pak, terima kasih sudah mampir. Ditunggu juga berita dan oleh-oleh dari Malaysia.

7 12 2008
imam.riadi

ass wr wb..
halooo, wah wes sukses lali, kenal aku opo ora iki,
aku imam riadi, koncone turu mas adi blora karo kang amin kudus.
saiki kerjo nek endi kowe kang…, aku iseh nek jogja wae.
mampir kalo pas ke jogja, maturnuwun
sukses,
wassalam

7 11 2009
Ansyar

Assalaamu’alaikum.. Long time not see you bro….
Insyaa Allah suatu saat kita bisa bertemu lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: