Asa itu t’lah tiada

13 03 2008

Bayangan itu muncul lagi

pedih, sakit, kecewa, sakit dihati hati

bagaikan luka lama yang kembali menganga

walau penuh dengan kesadaran

semua telah menjadi kenyataan.

jiwa ini ingin berontak,

mulut ini ingin berteriak,

menumpahkan beban dan kekecewaan

yang berat menghujam bagai palu godam.

Kuingin menangis,

tapi apa kata dunia,

seorang jawara melelehkan air mata

kuingin tertawa,

tapi apa daya hati ini tidak punya kuasa.

Harapan itu telah usang,

asa itu telah hilang

yang ada tinggal penyesalan

entah sampai kapan,

tepian itu tak kunjung datang.