Selamat Jalan SAHABATKU…

30 01 2009

anang-2Hari ini, Jum’at tanggal 30 Januari 2009. Hatiku terhenyak, sedih mendengar kabar salah satu sahabat baikku pergi untuk selamanya menghadap Allah SWT. Memang, kematian adalah satu hal yang pasti akan terjadi, kapanpun dan pada siapapun makhluk yang bernyawa. Kematian adalah rahasia Allah, yang tidak ada satupun makhluk yang tahu. Tetapi meskipun demikian berita itu tetap saja mengagetkanku.

Pak Anang,…. Kanker kelenjar getah bening yang sudah stadium 4 itu telah menjadi wasilah Allah menjemput-Mu menghadap-Nya.  Ramadhan kemarin kita masih bersama-sama mengisi pesantren Ramadhan di SMU Negeri 1 Cileungsi. Tidak ada tanda-tanda sedikitpun kalau dirimu lagi sakit, baru setelah lebaran aku mendengar kalau dirimu terkena penyakit itu. Aku hanya mendengar dirimu bolak-balik ke Jawa untuk berikhtiar mengobati sakitmu.

Pak Anang,… Maafkan sahabat-Mu yang sampai ajal menjemputmu, belum bisa menjengukmu meski berita sakitmu sudah beberapa lama ini aku dengar. Bahkan ada sebagian Hakmu yang belum sempat kusampaikan kepadamu. Andaikan waktu bisa kembali, aku akan berlari memelukmu sahabatku, sebagai tanda ikatan ukhuwah da n persahabatan kita. Kini kesempatan itu sudah hilang, yang tersisa adalah penyesalan diriku…

Pak Anang,… Selamat Jalan sahabatku, semoga Allah mengampuni segala dosa dan kesalahanmu, melipatgandakan pahala dan amal baikmu dan memberikan balasan yang berlipat ganda. Tenanglah dirimu di sisiNya… di syurga Allah SWT.

Allahumaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu anhu…

anang-3





Aku Pernah Jadi DIREKTUR Lhoo…!!!

13 03 2008

Kulihat jam di tempat kerjaku baru menunjukkan pukul 14.32. Hari ini kondisi badan lagi kurang fit, so jadi agak malas-malasan (nggak boleh nich…) datang ke kantor. Kebetulan tadi malam ada pertemuan dengan temen-temen di DePeCe sampai jam 12 malam lebih untuk membicarakan satu agenda yang memang membutuhkan keseriusan dan kesungguhan dari kami semua (aku dan temen2ku), jadi bawaannya  ngantuk aja. Walaupun sebenarnya begadang, tidur telat, adalah satu hal yang biasa bagiku, tapi nggak tahu, hari ini efeknya agak lain kurasakan (mungkin ruhiyahnya lagi ngedrop kali ya…).

Sayangnya kondisi kebawa sampai ke tempat kerja, bawaanya malas melulu. Akhirnya untuk mengusir kejenuhan aku coba browsing & surfing diinternet, mencari info apa aja yang bisa membuat kejenuhan itu hilang melalui Mr. Google. Akhirnya tamasyaku di dunia maya sampai di rumah maya beberapa temen dan sahabat lama, yang sudah lama terputus beritanya. Hal ini membuat aku kembali mengingat beberapa episode kehidupan yang sudah kulewati. Apalagi pas mampir ke bloknya Dian ingatanku kembali lagi ke beberapa tahun lalu waktu jaman perjuangan di Jogja.

Baca entri selengkapnya »





Sepenggal Cerita dari (Jogja) Karangasem

5 11 2007

Hampir lima tahun sudah kutinggalkan “Jogjaku”, setelah empat tahun lebih aku membersamai kota gudeg itu. Ada banyak cerita yang mengisi perjalanan hidupku ketika selama empat tahun itu kutapaki langkah-langkah kakiku dalam mencari jati diri, memupuk idealisme, mengisi pengathuan diri tentang kehidupan dan penghidupan. Hampir seluruh sudut-sudut kota Jogja sudah kusambangi, mulai dari Malioboro, kali urng, gunung kidul bahkan sampai kulon progo, bantul dan cangkringan yang terkenal dengan mBebeng, kali kuning dan susu segarnya. Semua membawa kesan yang luar biasa, yang pasti akan menjadi kisah unik dan menarik yang mengisi dan menghiasi perjalan hidupku.

Akan tetapi dari sekian kesan dan cerita, ada satu komunitas yang begitu dalam menghujam ke dalam hati dan ingatanku. Ketika dengan segala canda dan ceria, segala suka dan duka setiap hari mengisi hari-hariku. Karangasem, dengan Al-JIhad dan Al-Ikhlash, benar-benar menjadi tempat yang turut mengukir dan mendesain pola tingkah, pola sikap dan pola pikir yang saat ini menjadi pijakanku.

Karangasem, dengan segala hiruk pikuknya dan orang-orang yang ada didalamnya masih begitu jelas terbayang dalam ingatanku. Pak Genep dengan warung SAERAHnya, Pak Yitno dengan sikap tegasnya, Bu Siswantoro dengan sikap keibuan dan rada galaknya, Pak Kasno, Pak Jadi, Pak Wonggo, Pak Dwijo (almarhum) dan ibu yang begitu sabar dan sering memberikan nasi bungkusnya dan masih banyak lagi nama-nama dan wajah-wajah yang sampai saat ini masih melekat dalam ingatanku. Semoga Bapak dan Ibu semuanya senantiasa dalam lindunganNya. Amin.

Tidak ketinggalan pula, adik-adik manisku yang selalu mengisi hari-hariku (terutama disore hari). Entah kini kalian sudah segede apa, Ida yang lucu, Dinitya yang cool dan imut, Fauzan yang nakal, Fatma &  Sari yang agak kemayu (pasti kalian sekarang sudah jadi AKHWAT, mudah-mudahan), Saras dan Gembil yang gendut (mudah2n sekarang agak langsingan ya). Keceriaan dan kenakalan kalian begitu membekas dalam sanubariku. Pengalaman yang begitu berharga, bahkan teramat berharga ketika kalian mengisi hari-hariku.Mas Adhi doakan agar kalian semua menjadi generasi yang Robbani.

laskar-jihad1.jpg

Terakhir, Buat Saudara dan Sahabat-sahabatku semua IKhwan dan Akhwat di Al-Ikhlash (ngga terasa ada tetes air mata yang menggenang di mataku, terserah saja kalau kemudian dianggap laki-laki yang cengeng). Seungguh luar biasa kebersamaan dan ukhuwah yang kalian tunjukkan. Dian (masih kau ingat ketika kita tinggal bersama dalam satu kamar yang berukuran 1 x 2 m) semoga ini menjadi pelajaran buat kita bahwa suatu saat itulah tempat kita yang sesungguhnya di alam kubur nanti. Arifin dengan kecerdasannya yang luar biasa menjadi inspirasi bagi siapa saja yang bersama dengannya, Mas Amin dengan sikap dewasa dan kesabarannya yang luar biasa, MAs Adi dengan ketulusan hatinya (Semoga sukses dengan dakwah di PeKaEs Bloranya), Nur IKhwan dengan keceriaan dan sikap ngeyelnya, Erik dengan senyum khasnya, Rahmat dengan suara merdunya yang mendayu-dayu (denger2 sudah jadi bos nich), Munir, Saepul, Padmo, Agus, Fauzi (Sahabat dan teman2 di KAMBOJA 10). Spesial buat Ansyar Brutu, Mas ANdi (kalian begitu spesial dimataku. Termasuk mas DARSONO (dengan gaya khasnya)

barisan-akhwat1.jpg

Juga buat sahabiyah akhwat Karangasem yang luar biasa ghirohnya. Mba Ida, Mba Irul (kaka beradik yang beda tapi sama-sama semangat), Mba Zul, Mba Rita dan mbak2 ku semua di QONITA (afwan Aku lebih suka panggil kalian mba, buka Ukh, toch mangsudnya sama), Mba Puji, Mba Wati, Mba DIta, Mba Intin, Mba Afifah serta mbak2 semua yang ada di Nadia, Azzahro, Balqis. Pelajaran dan dan kebersamaan yang kita bangun dalam bingkai iman dan islam semoga masih tetap terjaga sampai sekarang. Saat ini ku yakin sebagian besar kalian sudah asyik dengan amanah baru kalian dengan jundi/jundiyah kalian. Semoga sukses dan Ridho Allah senantiasa membersamai kalian.

Bersambung….