Pendekar SAPTAGUNA Itu Telah Tiada…..

5 09 2008

Senin pagi (1/9) awal ramadhan, suasana terasa lebih hening dari hari-hari sebelumnya, ketika berita mengejutkan tiba, Pak Rektor meninggal dunia di Rumah Sakit Panti Rapih. Masih diliputi rasa tak percaya, Pemimpin Redaksi (pemred) pun langsung bergegas menuju rumah sakit. Telepon dan sms pun datang bertubi-tubi ke handphone pemred. Telepon yang masuk pertama, dari sekretaris Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kepala Humas UGM, Suryo Baskoro menanyakan kebenaran berpulangnya orang nomor satu di UNY tersebut.
Setiba di Panti Rapih, berita itu semakin nyata. Semua pimpinan UNY mulai dari Pembantu Rektor (PR) 1, PRII, PR III, para Dekan, pimpinan dan staf lainnya ada di sana, tertunduk sedih, tak kuasa berkata-kata, sambil mempersiapkan kepulangan almarhum ke rumah duka, jln. Dirgantara III No 25 Babarsari.

Rektor UNY, Prof H. Sugeng Mardiyono, Ph D, Senin (1/9) tepat pukul tujuh pagi, dalam usia 58 tahun, dipanggil oleh pemiliknya, Allah SWT , meninggalkan isteri Hj. Driyani Utami, dan 6 orang puta-putri. Kepergiannya terasa mendadak dan mengejutkan, karena malam sebelumnya (Minggu malam) masih mengisi ceramah tarawih pertama di Masjid Mujahidin UNY dan masih sahur bersama keluarga pada Senin dinihari. Siapa nyana , serangan penyakit jantung, telah membawanya pergi meninggalkan dunia yang fana ini. Itulah rahasia Allah yang tak terjangkau manusia.
Selama menjabat sebagai Rektor UNY, almarhum bekerja keras berusaha membawa UNY menjadi universitas yang semakin diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional. Tiada hari yang terlupa untuk mengingatkan visi UNY menghasilkan insan yang cendikia, mandiri dan bernurani dengan strategi Saptaguna, bekerja berlandaskan Ibadah, dan berahlak mulia. Tanpa kenal lelah, almarhum terus memotivasi civitas akademica untuk terus berkarya dan berprestasi. ”Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini”, ucapan yang kerap mewarnai pidatonya dalam segala kesempatan yang ada, disamping butir-butir Saptaguna yaitu kebersamaan,pemberdayaan,pembudayaan, profesionalisme, pengendalian, keberlanjutan dan kewirausahaan.
Kesan serupa juga dikatakan oleh Dirjen Dikti Depdiknas, dr Fasli Jalal PhD dalam sambutan melepas kepergian almarhum. Fasli Jalal mengatakan perjuangan Prof. Sugeng khususnya dalam bidang pendidikan sangat membanggakan. Almarhum merupakan salah satu contoh pimpinan di jajaran perguruan tinggi yang memiliki kegigihan untuk membangun UNY. Selama kepemimpinannya, GOR UNY selesai dan diresmikan Presiden RI, Student Centre berdiri megah, Museum Pendidikan Indonesia dan Pengolahan Sampah diresmikan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, dan upaya-upaya lain dalam mewujudkan keinginan yang kuat menjadikan UNY masuk World Class University.
Hari menjelang sore, pukul 16.30, ketika jenazah Prof. Sugeng Mardiyono, PhD, diberangkatkan dari Hall Rektorat UNY menuju pemakaman Tambakbayan Babarsari. Tampak melepas almarhum, Dirjen Dikti, Dirjen Mandikdasmen, Rektor UGM serta para Rektor Perguruan Tinggi lainnya, Koordinator Kopertis V, Kadinas Pendidikan, Dirut Bank BPD DIY, Senat UNY, Pemred SKH Kedaulatan Rakyat dan para wartawan berbagai media massa, dan ribuan pelayat lainnya. Semua tertunduk pedih, kehilangan seorang Pimpinan, Bapak, Teman, Sahabat, Guru, Nara sumber tercinta…..
Seperti lakon yang dimainkannya dalam pentas Ketoprak Kampus, sang Resi Jati Asih, telah kembali kepertapaan Tugu Pitu….Telah kembali keharibaan Allah SWT, Sang Pencipta.
Selamat Jalan Pendekar Saptaguna…., semua karyamu tak akan sia-sia. Doa seluruh civitas akademica menyertai kepergianmu menuju Sang Khaliq.
sumber : www.uny.ac.id
Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: