Aku Pernah Jadi DIREKTUR Lhoo…!!!

13 03 2008

Kulihat jam di tempat kerjaku baru menunjukkan pukul 14.32. Hari ini kondisi badan lagi kurang fit, so jadi agak malas-malasan (nggak boleh nich…) datang ke kantor. Kebetulan tadi malam ada pertemuan dengan temen-temen di DePeCe sampai jam 12 malam lebih untuk membicarakan satu agenda yang memang membutuhkan keseriusan dan kesungguhan dari kami semua (aku dan temen2ku), jadi bawaannya  ngantuk aja. Walaupun sebenarnya begadang, tidur telat, adalah satu hal yang biasa bagiku, tapi nggak tahu, hari ini efeknya agak lain kurasakan (mungkin ruhiyahnya lagi ngedrop kali ya…).

Sayangnya kondisi kebawa sampai ke tempat kerja, bawaanya malas melulu. Akhirnya untuk mengusir kejenuhan aku coba browsing & surfing diinternet, mencari info apa aja yang bisa membuat kejenuhan itu hilang melalui Mr. Google. Akhirnya tamasyaku di dunia maya sampai di rumah maya beberapa temen dan sahabat lama, yang sudah lama terputus beritanya. Hal ini membuat aku kembali mengingat beberapa episode kehidupan yang sudah kulewati. Apalagi pas mampir ke bloknya Dian ingatanku kembali lagi ke beberapa tahun lalu waktu jaman perjuangan di Jogja.

Bulan Maret seperti ini biasanya civitas akademika di “Negara Al-Ikhlash/Al-JIhad Karangasem” sibuk mempersiapkan agenda-agenda suksesi, untuk memilih presiden baru yang akan menjadi “penguasa” dipemerintahan DKM. Seingatku, setiap suksesi di DKM, biasanya ada Tim sukses dan tim lobi (kalau yang ini pakarnya kang Arifin), hal ini bertujuan agar suksesi dapat berjalan dengan lancar sehingga tidak terjadi dead lock. Akan tetapi yang paling seru adalah ketika sudah tiba saat suksesi dilaksanakan. Dalam Sidang Majelis Syuro DKM yang diselenggarakan, biasanya diselenggarakan beberapa tahapan, ada pembahasan Tatib sidang, ada pembahasan AD-ART, GBHO, Draft rekomendasi dll (maklum anggota majelis syuro DKM terdiri dari para aktivis kampus yang terbiasa dengan format seperti itu).

 Laskar Jihad

Satu yang masih aku ingat, biasanya dalam setiap musyawarah akbar, sidang umum, konggres, atau yang lainnya yang paling ALOT dan membutuhkan waktu yang paling lama adalah pembahasan Tata Tertib sidang, padahal semua tahu bahwa Tatib adalah peraturan yang “hanya” dipakai selama sidang berlangsung, tetapi karena energi masih full biasanya perdebatan di sidang ini SANGAT ALOT, bahkan kadang-kadang lebih alot dari pembahasan AD-ART, Garis Besar Haluan Organisasi dll yang sebenarnya adalah inti dari Musyawarah/ sidang itu sendiri.

Saat ini kalau aku mengingat hal itu aku jadi senyum-senyum sendiri, tetapi semua itu perlu aku syukuri karena ternyata banyak hal dan pelajaran yang aku dapatkan dari episode kehidupan itu. Kebersamaan, semangat, ukhuwah dan solidaritas diantara kami menjadi pena-pena emas yang ikut menghiasi perjalan hidup kami. Kami (aku dan temen-temen di Al-Ikhlash/ Al-Jihad) waktu itu adalah orang yang mempunyai jam terbang yang cukup tinggi, sebagian besar dari kami menjadi aktivis juga dikampus masing-masing, berbagai persoalan, pergolakan dan permasalahan yang muncul dikampus, semua menjadi lebur dan cair setelah kami bertemu kembali dirumah Allah itu.

Terlebih lagi kalau Kami bertemu dengan wajah-wajah yang lugu nan polos yang menyapa kami dengan senyuman yang manja dan tulus, membuat segala permasalahan yang kami hadapi seolah hilang tidak berbekas. Yach,… Di TK-TP Al-Qur’an itu aku sempat menyandang jabatang prestis yang sekarang ini dikejar-kejar oleh orang “DIREKTUR” Saking bangganya sampai-sampai itu aku tulis di daftar riwayat hidup (profesional resume). Kepada temen2 biasanya sambil becanda aku menymbongkan diri “gini-gini aku pernah jadi direktur lho…” he he he.

Riadhoh Yook

Beruntung saat ini, masih ada beberapa sahabat dan teman seperjuangan yang sama-sama tinggal di jadebotabek, jadi kerinduan ku pada masa-masa itu sedikit dapat terobati. Dan yang lebih penting kehadiran mereka dapat menumbuhkan kembali “semangat” yang kadang-kadang hilang terkikis oleh kerasnya ibukota….

Teriring salam hangat dan manis buat saudara2ku yang mulia, yang pernah merasakan hangatnya persahabatan dan manisnya ukhuwah. Ingat ya (kata DIan) Ikhlash Niat Kami, Jihad Jalan Kami, Al-Ikhlash/Al-JIhad Masjid Kami. Mohon doanya agar diri ini menjadi hamba yang istiqomah, sabar dan selalu dalam naungan dan lindungan Allah SWT.

Iklan

Aksi

Information

3 responses

17 03 2008
Fajar

Benar juga ya mas Adi, dulu ikut berorganisasi, banyak manfaatnya….

13 10 2010
yoyon

salam kenal,,saya mau bagi2 ilmu gratisan nich,,,kunjung balik blogku ,,boleh tukeran link disini

15 12 2010
Adhi Saputra

@ Yoyon, salam kenal juga, insyaalloh kunjungan balasan segera.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: