Hidup adalah PILIHAN.

11 03 2008

Setiap manusia yang masih hidup di dunia ini pasti menginginkan segala sesuatunya sesuai dengan yang diharapkan. Harapan muncul sebagai akibat ditetapkannya pilihan terhadap suatu hal. Proses menentukan cita-cita misalnya, setiap manusia dihadapkan pada banyak pilihan, mau jadi dokter, guru, pengusaha, pengacara, karyawan, tukang (termasuk tukang insinyur) dll yang semuanya adalah muara atau perpaduan antara keinginan dan informasi diterima oleh masing-masing kita. Akan tetapi pada proses usaha untuk mencapai itu semua, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Seringkali manusia dihadapkan pada banyak halangan dan rintangan, yang membuat tidak terealisasinya keinginan atau cita-cita yang diharapkan. Tetapi meskipun demikian, untuk bisa tetap eksis setiap kita harus tetap menjatuhkan PILIHAN… atas kegagalan yang dihadapi.

Hidup adalah sebuah pilihan… Kata-kata itu beberapa waktu terakhir ini menjadi satu tema yang selalu menggelitik dalam hatiku. Setelah beberapa minggu (bulan kali..) tidak aktif di blog, aku mencoba menuangkan uneg-uneg dan hasrat hati ini dalam bentuk tulisan. Manusia pada umumnya, termasuk diriku selalu mengharapkan sesuatu yang sempurna, padahal sempurna dalam pandangan manusia seringkali bersifat sangat SUBYEKTIF, tergantung dari kacamata masing-masing. Aku teringat waktu masih kecil ketika ditanya sama guru, besok kalau sudah besar mau jadi apa… waktu itu spontan aku menjawab mau menjadi guru, karena pada waktu itu menurutku guru adalah  sosok yang paling sempurna dengan segala wibawa yang dimilikinya.

Begitu juga waktu aku masih SLTA, ketika gojekan (bercanda red) dengan teman-teman, seperti apa sich istri yang idela yang akan dipilih besok kalau menikah..??? Dari beberapa teman jawaban yang diberikan cukup bervariasi, ada yang pengin seperti Nike Ardila, ada yang pengin seperti sarah azhari dll. Aku sendiri waktu itu menentukan kriteria ideal calon istriku seperti Desi Ratnasari (senyum dikulum), karena waktu itu menurutku desi adalah wanita ideal, cantik dan pinter.

Pada akhirnya seiring berjalannya waktu dan kehidupan, pilihan yang kita ambil tidak mesti sesuai dengan apa yang kita inginkan. Ibarat orang yang berjalan, ketika dituntut untuk belok kanan, maka kitapun harus belok kanan agar kita tidak masuk jurang. Kalau kita memaksanakan harus lurus, tentunya akan berakhirlah kehidupan. CIta-cita yang menjadi keinginan kita mau tidak mau harus menyesuaikan dengan kondisi dan “takdir” yang kita jalani. Kalau dulu waktu kecil kita punya cita-cita jadi dokter, tetapi kita tidak lolos ujian jurusan kedokteran, maka satu hal yang wajar kalau kemudian kita berbelok memilih jurusan yang lain, justru menjadi hal yang tidak wajar kalau kemudian kita menjadi berhenti dari kehidupan, setelah adanya kegagalan.

Aku kembali teringat beberapa tahun yang lalu, satu obsesi yang begitu menggebu untuk menjadi seorang akademisi setelah lulus kuliah. Obsesi itu sempat aku jalani kurang lebih satu tahun, setelah benturan sana-sini akhirnya aku harus menentukan pilihan menjadi seorang “buruh” yang sebelumnya adalah satu hal yang sama sekali tidak aku inginkan. Toch sekarang aku bisa menikmati hidup dengan enjoy, karena hidup adalah pilihan. Begitu juga, beberapa bulan yang lalu waktu pengin beli (kredit red) rumah, aku pengin sekali rumah di perumahan A, ternyata setelah proses berjalan, pilihan jatuh ke perumahan C.

Semua itu, ketika direnungkan secara mendalam,  ternyata aku baru menyadari bahwa banyak kelebihan dan manfaat yang muncul atas pilihan-pilihan yang diambil dengan agak “terpaksa” tersebut. Memang pada awalnya KECEWA itu pasti ada ketika pilihan yang diambil tidak sesuai hasrat dan keinginan yang ada di hati kita. Tetapi keyakinan bahwa ALLAH pasti memberikan yang terbaik, menjadi satu hal yang akan merubah kekecewaan itu menjadi sebuah kegembiraan dan kebahagiaan.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: