Dimana NURANI dan EMPATI itu..??

11 03 2008

Siang itu meskipun lagi musim hujan, panas cukup terik membuat orang-orang disekitarku mengibaskan tangan, sekedar untuk mengurangi kegerahan. Bis KOPAJA 605 jurusan Rambutan-Blok M yang ku naiki cukup penuh sesak dengan penumpang. Semua tempat duduk telah terisi, bahkan banyak yang berdiri. Aku sendiri, alhamdulillah mendapatkan tempat duduk didekat jendela, tepat di pintu masuk, sehingga kepengapan bis kota tidak begitu menyiksa.   

Disela-sela waktu menunggu bis berangkat, beebrapa anak kecill naik ke dalam bis dengan membawa alat musik sekedarnya. Tidak lama kemudian terdengar alunan lagu dari mulut mungil mereka, beeberapa syair yang masih aku ingat…

Tuhan,… kirimkanlah Aku…

Kekasih yang baik hati

Yang mencintai aku, apa adanya….

Bukan syair lagu itu yang aku perhatikan, tetapi anak-anak kecil itulah yang cukup menyita perhatianku. Bukankah saat ini adalah saat dimana mereka harus sekolah, menuntut ilmu untuk masa depan mereka, tetapi kenapa mereka malah asik ngamen, untuk mencari beberapa receh uang. Sudah sedemikian miskinkah negeri ini, sehingga anak-anak yang masih polos itu mengorbankan sekolah mereka,  masa depan mereka, berperang dalam panas dan tidak bersahabatnya bis kota. Siapa yang harus disalahkan, orang tuanya, pejabat negeri ini, atau siapa…???

Tanpa disadari 2 buah lagu sudah selesai dinyanyikan. Aku tersadar dari lamunanku ketika mereka menyodorkan kaleng yang sudah berisi beberapa receh uang. Aku memberikan beberapa rupiah kedalam kaleng mereka, ku elus kepala mereka, mudah-mudahan mereka diberikan ketabahan dan keberkahan di masa yang akan datang.  

Ya Allah, begitu dalam jurang yang memisahkan antara si kaya dan si miskin papa dibumimu ini. Disaat segelintir orang merintih kekenyangan setekah makan direstauran dan hotel yang mahal, disaat yang sama ribuan orang-orang merintih menahan lapar. Disaat segelintir orang berlomba menyekolahkan anakanya ke luar negeri dengan biaya puluhan bahkan ratusan juta, disaat yang sama pula ratusan bahkan ribuan anak-anak harus putus sekolah, kehilangan kesempatan belajarnya karena tidak punya biaya. Apakah EMPATI dan NURANI itu telah hilang di hati kita….???

Iklan

Aksi

Information

2 responses

12 03 2008
akhdian

Akhirnya posting… juga… udah banyak yang nunggu… :))

30 03 2008
suhadinet

Hidup memang berat di jaman ini…
Tapi sebenarnya dengan memberi kita akan mendapat lebih, walupun mungkin bukan dalam bentuk materi.
Dengan memberi kita akan menjadi ‘kaya’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: