Qurban Sang NENEK

14 12 2007

Tidak terasa hari raya yang paling besar buat umat Islam, hari raya idhul adha sudah hampir menjelang datang. Umat Islam kembali di ingatkan untuk mengingat sebuah pelajaran yang sangat berharga dari seorang Nabi Ibrahim AS yang begitu luar biasa. Sebuah pelajaran tentang bagaimana mensikapi sesuatu yang kita cintai di hadapan Allah SWT, bahwa tidak ada sesuatupun yang lebih kita cintai, lebih kita hargai dan lebih kita taati selain Allah SWT. Dan sesungguhnya pelajar ini adalah hakikat dari keimanan dan aqidah kita. Ribuan tahun yang lalu disaat yang sama dengan saat ini Nabi Ibrahim AS, mampu dengan kerelaan dan keikhlasan yang luar biasa mengorbankan sesuatu yang paling dia cintai, yakni anaknya yang sangat diharapkan kehadirannya. Kini keteladanan dan pelajaran itu diberikan kepada umat ISlam diseluruh dunia. Mampukah kita mengorbankan sesutu yang kita sukai (sebagian harta kita) untuk Allah SWT.Ada sebuah cerita dari seorang teman, mudah-mudahan bisa menggugah hati temen-temen, true story loh, and kalau Idul Adha pasti ngingetin ane…( Dia Maha Kasih dalam memberi peringatan pada hambaNya).

Suatu siang yang panas di penjualan kambing kurban, waktu itu seorang akhwat minta temeni beli kambing untuk aqiqah putrinya…  setelah pilih-pilih kambing , ane liat kambing yang paling bagus ‘n gemuk , temen ane nawar harganya , ehh … ternyata terlalu mahal untuk ukuran kantong temen ane…
Tiba-tiba datang seorang nenek tua, kira-kira berusia 70 tahunan , ternyata dia mau beli kambing juga. dan  milih kambing yang ane pilih.
Iseng-iseng ane tanya, “buat apa kambingnya nek? si nenek bilang kalau dia mau beli kambing buat kurban. trus ane tanyalagi,” kok belinya sendiri emangnya nggak ada anak, atau saudara nenek yang mau nganterin untuk beli kambing.??? ” ehhh, ternyata si nenek udah lama hidup sebatang kara, ‘n untuk ngidupin kebutuhan sehari-hari dia jualan sapu lidi yang dibuatnya sendiri dari pelepah daun kelapa dan daun pisang. iseng-iseng ane tanya ,” subhanallah yach nek, nenek masih sanggup berkorban.” Si nenek pun tersenyum ‘n ini satu hal yang nggak bisa ane lupain , ternyata si nenek bukan saat itu saja berkorban tapi sudah beberapa tahun ia berkorban. 

Teman,
ternyata dia menabung setiap hari seribu rupiah, hasil menjual sapu lidi dan daun-daun pisang. trus dia bilang , ” neng , gusti Allah sudah demikian sayang sama nenek, tiap hari Dia memberi nenek nikmat-nikmat yang hanya dapat nenek hargai dengan seribu rupiah sehari, neng kalau Dia memberi rezeki lebih, sebenarnya nenek ingin pergi haji, tapi neng tahu sendiri ongkos ke sana berapa dan fisik nenek udah nggak memungkinkan … Nenek tahu gusti Allah Maha kaya dan nggak perlu dengan unag seribu yang nenek korbani tiap hari , tapi hanya ini yang bisa nenek korbankan untuk membalas setiap nikmatNya…
Teman,
ane jadi malu pada diri ane sendiri , ternyata seorang nenek mau bersusah payah berkorban tiap tahun untuk membalas berjuta nikmat yang telah dilimpahkanNYa tiap hari, sedang ane yang telah di beri rezeki lebih terkadang masih merasa sayang, bila harus membeli kambing untuk berkorban… 
walaupun peristiwa ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu tapi  kalau idul adha tiba ane selalu teringat sama si nenek… dia masih hidup nggak yach…???  Semoga memberikan manfaat buat kita semua. Amien. 

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: