Bohongnya seorang IBU.

14 12 2007

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata: “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA.

Baca entri selengkapnya »

Iklan




Muslim Yang Produktif

14 12 2007

Produktif merupakan salah satu sifat inti yang sangat didambakan oleh setiap manusia. Pengakuan eksistensi individu (juga sebuah kelompok) di lingkungan masyarakat akan ditentukan oleh ada tidaknya produktifitas individu tersebut. Oleh karena itu, seseorang yang tidak produktif biasanya akan digelari wujuduhu ka ‘adamihi, keberadaannya tidak berpengaruh dan tidak menimbulkan perubahan yang signifikan dan ketiadaannya pun tidak menimbulkan rasa kehilangan serta penurunan etos produktifitas yang lainnya.Maka, sangatlah wajar bila dalam rangka memenuhi keingian manusia untuk menjadi sosok yang produktif, dan eksistensinya secara sosial diakui, banyak konsep-konsep yang ditawarkan kepada mereka supaya bisa membangun dirinya menjadi manusia yang produktif. Semua konsep mempunyai misi tertentu, baik dalam pembentukan paradigma seseorang ataupun pembentukan visi dan misi hidupnya.

Baca entri selengkapnya »





Qurban Sang NENEK

14 12 2007

Tidak terasa hari raya yang paling besar buat umat Islam, hari raya idhul adha sudah hampir menjelang datang. Umat Islam kembali di ingatkan untuk mengingat sebuah pelajaran yang sangat berharga dari seorang Nabi Ibrahim AS yang begitu luar biasa. Sebuah pelajaran tentang bagaimana mensikapi sesuatu yang kita cintai di hadapan Allah SWT, bahwa tidak ada sesuatupun yang lebih kita cintai, lebih kita hargai dan lebih kita taati selain Allah SWT. Dan sesungguhnya pelajar ini adalah hakikat dari keimanan dan aqidah kita. Ribuan tahun yang lalu disaat yang sama dengan saat ini Nabi Ibrahim AS, mampu dengan kerelaan dan keikhlasan yang luar biasa mengorbankan sesuatu yang paling dia cintai, yakni anaknya yang sangat diharapkan kehadirannya. Kini keteladanan dan pelajaran itu diberikan kepada umat ISlam diseluruh dunia. Mampukah kita mengorbankan sesutu yang kita sukai (sebagian harta kita) untuk Allah SWT.Ada sebuah cerita dari seorang teman, mudah-mudahan bisa menggugah hati temen-temen, true story loh, and kalau Idul Adha pasti ngingetin ane…( Dia Maha Kasih dalam memberi peringatan pada hambaNya). Baca entri selengkapnya »