Ternyata SEHAT itu NIKMAT.

28 11 2007

Tadi malam kebetulan ada acara rutin, kumpul bareng-bareng dengan beberapa sahabat. Ada banyak hal yang dibicarakan. Salah satu tema yang hangat kami bicarakan adalah tentang nikmat sehat. Masing-masing dari kami, pada malam itu bercerita tantang bagaimana kondisi diri kami masing-masing dan keluarga. Ada salah satu sahabat yang kebetulan baru saja keluar dari rumah sakit, setelah opname selama 6 hari karena sakit typus, sehingga praktis kegiatan harian yang biasa dilakukan, termasuk aktivitas mencari ma’isyah menjadi terhenti. Ada juga salah seorang sahabat yang satu minggu kemarin ngga bisa beraktivitas seperti biasa, karena sakit yang dideritanya, bahkan sahabat ini sempat di vonis oleh dokter spesialis menderita Tumor Otak (mudah-mudahan nggak bener, karena diagnosa dokter yang kedua yang lebih senior, tidak memvonis seperti itu). Luar biasa,… ternyata nilai kesehatan begitu luar biasa, tidak bisa dinilai dengan apapun. Aku jadi teringat salah satu pesan Rasulullah SAW yang di nasyid-kan oleh RAIHAN dalam nasyidnya DEMI MASA. Bahwa salah satu nikmat yang harus dimanfaatkan sebelum kenikmatan itu hilang atau berkurang adalah nikmat SEHAT sebelum datang SAKIT.


Seringkali kita, termasuk diriku tidak CARE (Peduli) dengan nikmat sehat yang sudah dianugerahkan Allah SWT kepada kita. Nikmat sehat bagi sebagian besar manusia adalah sesuatu yang biasa-biasa saja, ketika kondisi tubuh kita dalam keadaan sehat. Tetapi sehat menjadi sesuatu yang luar biasa, ketika sakit tiba. Ratusan ribu, jutaan bahwan milyaran rupiah (bagi yang punya) akan dikeluarkan untuk mendapatkan kembali nikmat sehat. Karena se-enak apapun makanan yang ada dihadapan kita, se-empuk apapun kasur tempat tidur kita, se-rupawan apapun pasangan hidup kita, sebanyak apapun harta benda yang kita miliki, semuanya tidak ada nilainya dan tidak akan dapat kita nikmati manakala nikmat sehat itu meninggalkan kita.
Aku jadi ingat dulu waktu menderita sakit gigi (sakit yang menurut logika-ku dan menurut analisa dokter jauh dari kematian). Satu bagian tubuh yang sakit itu mampu menghilangkan semua kenikmatan lain yang ada, padahal kaki, tangan, mata dan seluruh anggota tubuh yang lain berada dalam kondisi yang baik-baik saja. Hanya karena gigi yang sakit, semua kenikmatan serasa hilang semua. Makan menjadi tidak enak, tidur menjadi tidak nyenyak, suara orang yang tertawa karena bahagia terdengar bagaikan tawa ejekan, seolah-olah semuanya menjadi sesuatu yang tidak mengenakkan.
Satu hal lagi, ternyata untuk mengembalikan nikmat sehat dalam diri kita membutuhkan biaya yang tidak murah, bahkan bisa dibilang SANGAT MAHAL. Ada banyak cerita yang terjadi disekitar kita betapa banyak yang harus dikeluarkan untuk mengobati ini, operasi itu, berobat keluar negeri, yang semuanya untuk mengembalikan nikmat sehat itu dalam diri kita.
Sebenarnya ada kita manusia, bisa mempertahankan agar nikmat itu betah tinggal didiri kita. Dengan konsep back to nature (kembali ke fitrah kita sebagai manusia), insyaallah kita dapat memperkecil peluang datangnya sakit dalam diri kita, Ada beberapa yang harus kita perhatikan untuk bisa mempertahankan tubuh kita agar kita tidak sakit.
1. Menjaga pola makan.
Penyakit sebagian besar muncul dari apa yang kita konsumsi setiap hari, baik dari jenis makanan yang kita makan maupun dari pola makan kita. Sebisa mungkin kita menghindari makanan yang beresiko tinggi (kolesterol, lemak yang berlebih dll). Pola makan juga sebisa mungkin kita sesuaikan dengan pesan Rasulullah, makan ketika lapar dan berhenti makan sebelum kenyang, syukur2 mengamalkan puasa sunnah.
2. Menjaga Pola hidup.
Menjaga pola hidup artinya adalah mangatur rutinitas hidup kita dengan aktivitas yang seimbang, yang sesuai dengan kebutuhan fitrah tubuh kita. Semisal olahraga rutin, istirahat yang cukup (tidak berarti banyak) menghindari begadang yang tidak ada keperluannya, menghindari merokok, minuman keras dll).
3. Menjaga pola pikir dan Pola Emosi.
Pola pikir dan pola emosi ini adalah hal yang sangat penting untuk menjaga nikmat sehat dalam diri kita. Bahwa banyak penelitian yang menjelaskan tentang pengaruh kesetabilan emosi dalam kesehatan tubuh manusia. Semakin stabil emosi seseorang maka akan semakin kecil peluang untuk sakit. Berbicara tentang kesetabilan emosi tentu sangat erat kaitannya dengan kondisi hati seseorang (dalam bahasa agama ruhiyah). Dengan hati atau ruhiyah yang cerdas, maka akan diperoleh ketenangan hidup dan otomatis kesetabilan emosi dapat dijaga.
Demikian sekilas tentang nikmat sehat yang luar biasa. Semuanya harus kita jaga, kita pelihara dan kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kemudahan dalam setiap langkah hidup kita. Amien

Iklan

Aksi

Information

One response

29 11 2007
akhdian

Benar dhi. Uang gak akan saya pilih, (berapapun jumlahnya) jika dihadapkan pada pilihan “uang atau sehat”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: