JANGAN MENUNGGU UNTUK BAHAGIA…!

6 11 2007

We can fly on the sky like a birds, We can swim on the sea like a fish,

But we never find happiness……

Kata-kata tersebut tertulis dalam diary seorang selebritis dunia yang ditemukan tewas dalam keadaan over dosis, karena terlalu banyak mengkonsumsi obat penenang. Tapi sungguh sayang sekali, saya betul-betul lupa siapa nama selebritis itu. Saat membaca berita tentangnya, saya lebih tertarik dengan kata-katanya, sehingga tak begitu memperhatikan siapa nama dan bagaimana sosoknya. Dan kata-kata itu masih saya ingat hingga saat ini. Saya kadang berpikir dan bertanya-tanya dalam hati, betapa mahalnya sebuah kebahagiaan. Sehingga seorang selebritis dunia yang punya segalanya-kecantikan, kekayaan dan kepopuleran-tidak bisa membeli dan tidak pernah menemukan kebahagiaan dalam hidupnya… Lalu, sebenarnya apa sih, kebahagiaan itu…? What is the happiness?
Pernah suatu waktu iseng-iseng saya tanyakan pada seorang teman tentang hal itu. Dia bilang, bahwa bahagia itu kalau kita bisa tersenyum dengan tulus yang keluar dari hati. Karena menurutnya, senyuman yang tulus dan ikhlas itu adalah cermin dari kebahagiaan.
What do you think about happiness?
Ketika dia balik bertanya pada saya, saya jadi bingung sendiri untuk menjawabnya. Hmm…Apa, ya? Setiap orang tentu punya persepsi masing-masing tentang kebahagiaan. Dan bisa jadi, persepsi anda berbeda dengan persepsi saya.
Menurut saya, kebahagiaan itu bukan sesuatu yang harus dicari dan bukan pula sesuatu yang akan datang menghampiri kita. Tapi kebahagiaan itu sesuatu yang harus kita ciptakan sendiri. Karena bagaimanapun, kita sendirilah yang paling bertanggung jawab pada hidup dan kehidupan kita.

Kebahagiaan itu milik siapa saja yang mau dan mampu menikmati seluruh proses kehidupan ini. Seseorang akan bahagia, bila ia bisa mensyukuri dan menerima dengan ikhlas segala apa yang di takdirkan dan di anugerahkan oleh Allah padanya. Dengan kata lain, kita harus berusaha untuk mencintai kehidupan kita sendiri. Merasa puas dengan kenyataan hidup yang sedang kita jalani saat ini. Karena apapun yang terjadi dan kita alami sekarang ini adalah yang paling terbaik menurut Allah untuk kita. Faktor paling mendasar yang membuat kita merasa puas adalah ketika kita bisa menemukan kegembiraan dalam hidup ini. Menurut para ahli, kehidupan masa kini membuat kita sedemikian stres, sehingga lupa bagaimana caranya menikmati kegembiraan-kegembiraan dalam hidup kita sehari-hari.
Mungkin selama ini kita selalu membayangkan, bahwa hanya sesuatu yang luar biasa yang akan bisa membuat kita bahagia, padahal sebenarnya hal-hal yang kecil dan sepele pun, ternyata bisa membuat kita berbahagia. Saya pernah mengalami suatu peristiwa kecil yang membuat saya merasa bahagia. Saya mempunyai adik laki-laki yang masih berusia dua tahun lebih. Dia sering merengek-rengek minta dibelikan sebuah mainan. Keinginan itu sudah cukup lama ia utarakan. Namun saya belum bisa memenuhinya apa yang diinginkannya. Karena saya menganggap bahwa itu hal sepele dan kurang begitu penting, hanya sekedar mainan, yang bisa dibeli kapan-kapan kalau ada uang lebih. Masih banyak keperluan lain yang lebih penting dan harus lebih diutamakan.

Tapi adik saya itu tak pernah berputus asa dan menyerah begitu saja. Setiap ada kesempatan ia tak pernah jemu memperjuangkan keinginannya. Sehingga lama-lama saya pun jadi merasa iba dan tak tega melihatnya. Rupanya ia sangat menginginkan mainan itu. Saya jadi merasa bersalah dan berdosa telah mengabaikan permintaannya. Padahal mainan yang ia impikan itu, tidaklah seberapa mahal harganya. Dan ketika saya berhasil mengabulkan permintaannya. Saya tak menyangka jika hadiah kecil itu akan menjadi sebuah surprise yang luar biasa bagi adik saya. Ia menerimanya dengan penuh suka cita sampai melonjak-lonjak kegirangan saking senangnya. Dijaga dan dirawatnya mainan itu dengan hati-hati, dan dengan bangga dipamerkannya pada ayah, ibu dan semua teman-temannya.
Saya melihat bahwa adik saya saat itu benar-benar berbahagia. Inilah yang menarik, sesuatu yang bagi saya sangat sepele dan kurang berarti, bisa membuatnya begitu puas dan bahagia. Saya sedikit merenung, ternyata standar kebahagiaan setiap orang itu berbeda-beda. Dan kebahagiaan itu tidak bisa di ukur dengan sedikit-banyaknya atau sederhana-mewahnya sesuatu yang kita terima. Tetapi tergantung bagaimana kita merespon segala sesuatu yang kita terima. Dan anehnya, ketika melihatnya begitu berbahagia, saya pun jadi ikut merasa bahagia. Ternyata, jika kita bisa membahagiakan orang lain, secara tidak langsung kita pun akan merasa bahagia pula. Alangkah indahnya kalau setiap orang senantiasa berusaha untuk membahagiakan keluarga, teman dan saudara-saudaranya. Pasti akan lebih banyak lagi orang yang bisa menikmati kebahagiaan dalam hidup ini.


Setiap orang pasti ingin hidup bahagia. Walaupun dalam kenyataannya, tidak setiap orang bisa menjalani kehidupannya dengan kebahagiaan. Karena tidak setiap orang mengetahui bagaimana caranya untuk meraih kebahagiaan. Dan kalau selama ini, anda hanya menunggu dan berharap kebahagiaan akan datang menghampiri anda. Maka percayalah…! Selamanya anda tidak akan pernah bahagia…!

Persepsi setiap orang tentang kebahagian memang berbeda-beda. Namun, apapun persepsi anda tentang kebahagiaan, yang jelas saat ini saya merasa puas dan bahagia, karena saya bisa menyelesaikan tulisan tentang kebahagiaan ini. Dan saya berharap, anda pun berbahagia membaca tulisan ini!
Pasca Ramadhan, 2007
Untuk teman-temanku yang baik! Di mana pun, kapan pun, semoga selalu bahagia…!

Dikutip dari tulisan Ayya Thea (di milling list TCI)

Iklan

Aksi

Information

One response

8 11 2007
aakoe

Bahagia itu tidak bisa dipelajari, banyak teori dan buku yang menjelaskan bagaimana cara untuk bahagia. Tapi tidak otomatis setelah membaca dan tahu teori seseorang bisa bahagia. Belom orang pandai dan cerdik cendikia yang paham teori dan ilmu “kebahagian” bisa merasakan bahagia.

Tapi seorang petani di kaki gunung, yang hidup apa adanya mereka mungkin lebih bahagia. Karena kebahagian sebenarnya adalah ketika diri dan jiwa ini kita pasrahkan kepada pemiliknya, Allah SWT.

Bahagia itu tak bisa diukur dengan apapun, tapi bisa dirasakan dengan hati yang tawadlu dan penuh keikhlasan dalam menjalani hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: