Ternyata SEHAT itu NIKMAT.

28 11 2007

Tadi malam kebetulan ada acara rutin, kumpul bareng-bareng dengan beberapa sahabat. Ada banyak hal yang dibicarakan. Salah satu tema yang hangat kami bicarakan adalah tentang nikmat sehat. Masing-masing dari kami, pada malam itu bercerita tantang bagaimana kondisi diri kami masing-masing dan keluarga. Ada salah satu sahabat yang kebetulan baru saja keluar dari rumah sakit, setelah opname selama 6 hari karena sakit typus, sehingga praktis kegiatan harian yang biasa dilakukan, termasuk aktivitas mencari ma’isyah menjadi terhenti. Ada juga salah seorang sahabat yang satu minggu kemarin ngga bisa beraktivitas seperti biasa, karena sakit yang dideritanya, bahkan sahabat ini sempat di vonis oleh dokter spesialis menderita Tumor Otak (mudah-mudahan nggak bener, karena diagnosa dokter yang kedua yang lebih senior, tidak memvonis seperti itu). Luar biasa,… ternyata nilai kesehatan begitu luar biasa, tidak bisa dinilai dengan apapun. Aku jadi teringat salah satu pesan Rasulullah SAW yang di nasyid-kan oleh RAIHAN dalam nasyidnya DEMI MASA. Bahwa salah satu nikmat yang harus dimanfaatkan sebelum kenikmatan itu hilang atau berkurang adalah nikmat SEHAT sebelum datang SAKIT.

Baca entri selengkapnya »

Iklan




Ibuku semakin Tua…

26 11 2007

emak-ku.jpg

emak-ku.jpgMalam itu udara terasa sangat dingin menusuk tulang. Dinding rumah kami yang terbuat dari bambu membuat angin dengan leluasa berhembus menerobos melewati celah-celah dinding rumah, membuat udara semakin dingin. Cahaya senthir yang remang-remang semakin membuatku menikmati selimut dan memanjakan rasa kantuk.

Ditengah rasa kantukku, tiba-tiba terdengar suara aneh seperti orang yang sedang nutu beras (menumbuk beras) yang datang dari arah pawon (dapur). Karena rasa penasaran, ditengah rasa kantuk dan sedikit rasa takut aku mencoba mengintip ke tempat sumber suara. Aku melihat sesosok wanita separuh baya yang ternyata adalah Emak-ku (ibuku) sedang menumbuk beras. Ibuku sedang mempersiapkan pembuatan bubur beras (kami biasa menyebutnya Jenang), yang akan dijual ke pasar pagi harinya. Untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga kami (makan, biaya sekolah, dll), Ibuku memang berjualan Jenang, bakmi dan bakwan (gorengan) ke pasar setiap hari pasar Pon dan Kliwon. Aku mencoba melihat jam tua yang ada di dinding rumah, ternyata waktu baru menunjukkan pukul 02.00 pagi. Aku tidak mengira kalau Ibuku harus bangun pagi-pagi sekali untuk mempersiapkan itu semua, padahal sore hari sebelumnya beliau juga sibuk membantu bapak-ku di sawah.

Baca entri selengkapnya »





Pelajaran dari Pohon Kelapa.

26 11 2007

Sebuah pepatah dari Ranah Minangkabau berbunyi, “Alam takambang jadi guru”. Ini bisa diterjemahkan bahwa alam semesta bisa berperan sebagai guru bagi kita, manusia. Dia mengajarkan kita akan banyak hal tentang bagaimana menjalani kehidupan sebagai hamba Allah. Alam semesta -salah satu wujud ayat kauniyah dari Ilahi- tidak tersurat seperti halnya ayat-ayat qouliyah yang kita baca dalam Al Quran. Pelajaran yang diberikannya tidak tertulis dalam bentuk jilid buku dan tidak pula disampaikan pada suatu komunitas belajar, tapi berupa hikmah tersirat yang diperlihatkan melalui fenomena-fenomena alam.

Ada satu jenis tanaman yang menjadi khas di daerah pesisir. Rasanya keelokan alam pesisir belum lengkap tanpa kehadirannya. Dia adalah pohon kelapa, Si Nyiur melambai di tepi pantai. Selain memberi keindahan, sebenarnya kelapa punya keunggulan tersendiri. Untuk mengetahui itu, mari kita kenali lebih dekat.

Baca entri selengkapnya »





Berada di Zona Nyaman…???

16 11 2007

Tadi malam kebetulan udara di rumahku agak panas, mungkin karena hujan yang nggak tuntas atau mungkin karena dampak dari pemanasan global yang semakin menjadi. Yang jelas tadi malam agak susah tidur, karena kepanasan (maklum ngga ada AC-nya).  Seperti biasanya, kalau malam agak susah tidur aku keluar rumah sekedar duduk-duduk dilantai teras, menikmati udara segar dan melihat-lihat pot-pot bungaku yang ngga seberapa banyak (beberapa minggu terakhir ini aku punya hobby baru ngutak-utik tanaman di pot).

Disela-sela hembusan angin yang kebetulan saat itu agak kenceng, secara tidak sadar aku berpikir tentang diriku beberapa bulan terakhir ini, sepertinya tidak banyak yang sudah aku perbuat. Baik di dalam pekerjaan, di rumah atau dalam aktivitas lain, aku merasa stagnan atau bahkan aku merasa terjadi penurunan produktivitas.

Baca entri selengkapnya »





Belajar dari Orang Jepang.

16 11 2007

Beberapa hari yang lalu aku dapat SMS dari bos-ku yang memintaku untuk bisa menghadiri meeting sebuah Asosiasi perusahaan Mold & Die Indonesia (IMDIA), kebetulan bos-ku menjadi pengurus (direksi) dalam asosiasi itu. Kehadiranku di situ mewakili bos yang kebetulan hari itu nggak bisa hadir. Memang beberapa kali aku diajak serta bos menghadiri even-even yang diselenggarakan oleh asosiasi itu. Jadi kalau beliau tidak bisa hadir, selalu meminta aku untuk bisa menggantikannya. Yaach… walaupun sebenarnya pekerjaanku sendiri cukup banyak, mau nggak mau aku harus “sam’an wa tha’atan” terhadap perintah bos-ku. Habis istirahat siang aku siap-siap untuk berangkat, karena aku baca dalam undangan itu kalau meeting akan dimulai jam 15.00, jadi sebelum jam itu aku sudah harus sampai di tempat meeting.

Tepat jam 15 kurang 10 menit aku sampai di lokasi tempat meeting. Aku pikir nanggung kalau langsung masuk karena waktu sholat ashar sudah menjelang tiba, akhirnya aku singgah dulu ke masjid untuk sholat ashar, nggak apa-apalah telat dikit. Akhirnya jam 15 lebih 20 menit aku masuk dan diantar sama resepsionis ke ruangan meeting yang sudah disediakan. Setibanya di ruangan ternyata meeting belum dimulai, dalam ruangan aku melihat beberapa orang Jepang yang sudah stand by menunggu meeting dimulai. Dan ternyata aku adalah orang lokal pertama yang hadir, karena hampir semua orang lokal yang diundang belum ada yang datang.

Baca entri selengkapnya »





Mandikan Aku Bundaa…!!!

14 11 2007

Di bawah ini adalah salah satu contoh tragis.

Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya …..

Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not the best,” katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.

Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.

Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ”selevel”; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.

Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah ”alif” dan huruf terakhir ”ya”, jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.

Baca entri selengkapnya »





Ayah…….. ..Maafkan Aku…!!!!

14 11 2007

Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur.

Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Baca entri selengkapnya »