Catatan kecil di Bulan Ramadhan…

24 09 2008

Seperti biasa sekitar pukul setengah lima sore, aku berbaur dengan orang-orang yang berlomba-lomba mengejar bis kota demi berpacu dengan waktu agar bisa berbuka dirumah bersama dengan keluarga. Bis kota yang penuh sesak, dengan berbagai macam aroma yang kurang mengenakkan tidak menyurutkan semangatku untuk menaikinya, walaupun harus berdiri dengan satu kaki, karena begitu sesaknya bis kota dengan kuli-kuli ibukota yang ingin segera sampai ke rumah masing-masing.

Alhamdulillah setelah beberapa meter bis berjalan aku mendapatkan tempat duduk, menggantikan orang lain yang turun. Disela-sela aku menikmati kepenatan badan, setelah seharian berkutat dengan pekerjaan ada beberapa anak kecil dibawah lima tahun tanpa orang tua yang ikut naik bis, tentunya bukan untuk bepergian melainkan untuk berlomba-lomba mengais rizqi dengan “mengamen” dan “meminta-minta”. Pemandangan yang sebenarnya sudah biasa di ibukota. Tetapi Ramadhan ini, ternyata jumlah anak-anak kecil yang seperti itu lebih banyak, bahkan lebih lengkap variasinya. Bukan hanya anak kecil saja, tetapi ada ibu2 dengan bayinya, orang yang cacat, bahkan orang-orang yang secara fisik masih sehatpun ikut mengadu nasib dengan cara seperti itu.

Baca entri selengkapnya »