Tadi malam kebetulan ada acara rutin, kumpul bareng-bareng dengan beberapa sahabat. Ada banyak hal yang dibicarakan. Salah satu tema yang hangat kami bicarakan adalah tentang nikmat sehat. Masing-masing dari kami, pada malam itu bercerita tantang bagaimana kondisi diri kami masing-masing dan keluarga. Ada salah satu sahabat yang kebetulan baru saja keluar dari rumah sakit, setelah opname selama 6 hari karena sakit typus, sehingga praktis kegiatan harian yang biasa dilakukan, termasuk aktivitas mencari ma’isyah menjadi terhenti. Ada juga salah seorang sahabat yang satu minggu kemarin ngga bisa beraktivitas seperti biasa, karena sakit yang dideritanya, bahkan sahabat ini sempat di vonis oleh dokter spesialis menderita Tumor Otak (mudah-mudahan nggak bener, karena diagnosa dokter yang kedua yang lebih senior, tidak memvonis seperti itu). Luar biasa,… ternyata nilai kesehatan begitu luar biasa, tidak bisa dinilai dengan apapun. Aku jadi teringat salah satu pesan Rasulullah SAW yang di nasyid-kan oleh RAIHAN dalam nasyidnya DEMI MASA. Bahwa salah satu nikmat yang harus dimanfaatkan sebelum kenikmatan itu hilang atau berkurang adalah nikmat SEHAT sebelum datang SAKIT.
Ibuku semakin Tua…
26 11 2007
Malam itu udara terasa sangat dingin menusuk tulang. Dinding rumah kami yang terbuat dari bambu membuat angin dengan leluasa berhembus menerobos melewati celah-celah dinding rumah, membuat udara semakin dingin. Cahaya senthir yang remang-remang semakin membuatku menikmati selimut dan memanjakan rasa kantuk.
Ditengah rasa kantukku, tiba-tiba terdengar suara aneh seperti orang yang sedang nutu beras (menumbuk beras) yang datang dari arah pawon (dapur). Karena rasa penasaran, ditengah rasa kantuk dan sedikit rasa takut aku mencoba mengintip ke tempat sumber suara. Aku melihat sesosok wanita separuh baya yang ternyata adalah Emak-ku (ibuku) sedang menumbuk beras. Ibuku sedang mempersiapkan pembuatan bubur beras (kami biasa menyebutnya Jenang), yang akan dijual ke pasar pagi harinya. Untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga kami (makan, biaya sekolah, dll), Ibuku memang berjualan Jenang, bakmi dan bakwan (gorengan) ke pasar setiap hari pasar Pon dan Kliwon. Aku mencoba melihat jam tua yang ada di dinding rumah, ternyata waktu baru menunjukkan pukul 02.00 pagi. Aku tidak mengira kalau Ibuku harus bangun pagi-pagi sekali untuk mempersiapkan itu semua, padahal sore hari sebelumnya beliau juga sibuk membantu bapak-ku di sawah.
Komentar : 1 Komentar »
Tag: Adhi, Bhakti, Emak, Ibu, Saputra
Kategori : Catatan Pribadi
Pelajaran dari Pohon Kelapa.
26 11 2007Sebuah pepatah dari Ranah Minangkabau berbunyi, “Alam takambang jadi guru”. Ini bisa diterjemahkan bahwa alam semesta bisa berperan sebagai guru bagi kita, manusia. Dia mengajarkan kita akan banyak hal tentang bagaimana menjalani kehidupan sebagai hamba Allah. Alam semesta -salah satu wujud ayat kauniyah dari Ilahi- tidak tersurat seperti halnya ayat-ayat qouliyah yang kita baca dalam Al Quran. Pelajaran yang diberikannya tidak tertulis dalam bentuk jilid buku dan tidak pula disampaikan pada suatu komunitas belajar, tapi berupa hikmah tersirat yang diperlihatkan melalui fenomena-fenomena alam.
Ada satu jenis tanaman yang menjadi khas di daerah pesisir. Rasanya keelokan alam pesisir belum lengkap tanpa kehadirannya. Dia adalah pohon kelapa, Si Nyiur melambai di tepi pantai. Selain memberi keindahan, sebenarnya kelapa punya keunggulan tersendiri. Untuk mengetahui itu, mari kita kenali lebih dekat.
Komentar : Leave a Comment »
Kategori : Untaian Hikmah
Berada di Zona Nyaman…???
16 11 2007Tadi malam kebetulan udara di rumahku agak panas, mungkin karena hujan yang nggak tuntas atau mungkin karena dampak dari pemanasan global yang semakin menjadi. Yang jelas tadi malam agak susah tidur, karena kepanasan (maklum ngga ada AC-nya). Seperti biasanya, kalau malam agak susah tidur aku keluar rumah sekedar duduk-duduk dilantai teras, menikmati udara segar dan melihat-lihat pot-pot bungaku yang ngga seberapa banyak (beberapa minggu terakhir ini aku punya hobby baru ngutak-utik tanaman di pot).
Disela-sela hembusan angin yang kebetulan saat itu agak kenceng, secara tidak sadar aku berpikir tentang diriku beberapa bulan terakhir ini, sepertinya tidak banyak yang sudah aku perbuat. Baik di dalam pekerjaan, di rumah atau dalam aktivitas lain, aku merasa stagnan atau bahkan aku merasa terjadi penurunan produktivitas.
Komentar : 1 Komentar »
Kategori : Catatan Pribadi
Belajar dari Orang Jepang.
16 11 2007Beberapa hari yang lalu aku dapat SMS dari bos-ku yang memintaku untuk bisa menghadiri meeting sebuah Asosiasi perusahaan Mold & Die Indonesia (IMDIA), kebetulan bos-ku menjadi pengurus (direksi) dalam asosiasi itu. Kehadiranku di situ mewakili bos yang kebetulan hari itu nggak bisa hadir. Memang beberapa kali aku diajak serta bos menghadiri even-even yang diselenggarakan oleh asosiasi itu. Jadi kalau beliau tidak bisa hadir, selalu meminta aku untuk bisa menggantikannya. Yaach… walaupun sebenarnya pekerjaanku sendiri cukup banyak, mau nggak mau aku harus “sam’an wa tha’atan” terhadap perintah bos-ku. Habis istirahat siang aku siap-siap untuk berangkat, karena aku baca dalam undangan itu kalau meeting akan dimulai jam 15.00, jadi sebelum jam itu aku sudah harus sampai di tempat meeting.
Tepat jam 15 kurang 10 menit aku sampai di lokasi tempat meeting. Aku pikir nanggung kalau langsung masuk karena waktu sholat ashar sudah menjelang tiba, akhirnya aku singgah dulu ke masjid untuk sholat ashar, nggak apa-apalah telat dikit. Akhirnya jam 15 lebih 20 menit aku masuk dan diantar sama resepsionis ke ruangan meeting yang sudah disediakan. Setibanya di ruangan ternyata meeting belum dimulai, dalam ruangan aku melihat beberapa orang Jepang yang sudah stand by menunggu meeting dimulai. Dan ternyata aku adalah orang lokal pertama yang hadir, karena hampir semua orang lokal yang diundang belum ada yang datang.
Komentar : 2 Komentar »
Kategori : Pekerjaan
Mandikan Aku Bundaa…!!!
14 11 2007Di bawah ini adalah salah satu contoh tragis.
Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya …..
Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not the best,” katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.
Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.
Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ‘’selevel”; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.
Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah ”alif” dan huruf terakhir ”ya”, jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.
Komentar : Leave a Comment »
Kategori : Untaian Hikmah
Ayah…….. ..Maafkan Aku…!!!!
14 11 2007Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur.
Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Komentar : Leave a Comment »
Kategori : Untaian Hikmah
Membangun “Baiti Jannati”
7 11 2007Sedamai alam raya Menghijau luas membentang Seindah lukisan TuhanYang tak pernah lelah memuji KeagunganNya.
Itulah kerinduan, dambaan setiap insan, Menginginkan hidup damai, aman dan harmoni….
Sayup-sayup kudengar alunan nasyid yang didendangkan oleh Tazzaka dari speaker SIMBADA komputerku. Perasaan sudah cukup lama aku nggak dengerin nasyid ini. Dimasanya nasyid ini sempet ngebooming, dan cukup digemari oleh para penggemar nasyid, termasuk diriku dan temen-temen yang ghiroh nasyidnya masih tinggi (jadi inget MIZAN). Nasyid yang cukup ngepop ini mengingatkanku pada sebuah azzam yang dulu sempet aku bangun dalam diri, bahwa keluarga adalah benteng dan pondasi pertama yang harus dibangun dalam mengaktualisasikan (mengamalkan red.) nilai-nilai dalam Islam. Tanpa itu mustahil nilai dan peradaban ISLam bisa tegak di bumi ini. Baca entri selengkapnya »
Komentar : 1 Komentar »
Kategori : Catatan Pribadi
BUKAN URUSANKU…
6 11 2007Sepasang suami dan istri petani pulang ke rumah setelah berbelanja.Ketika mereka membuka belanjaannya, seekor tikur memperhatikan dengan seksama sambil menggumam, “Hmmm….. makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar???” Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah perangkap tikus.
Sang tikus kaget bukan kepalang.
Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak dengan panik, “ADA PERANGKAP TIKUS DI RUMAH…….. DI RUMAH SEKARANG ADA PERANGKAP TIKUS……..” Ia mendatangi ayam dan berteriak, “Ayam, ada perangkat tikus di rumah!” Sang Ayam berkata “Tuan Tikus…, aku turut bersedih, tapi hal itu tidak berpengaruh terhadap diriku.”Sang Tikus lalu pergi menemui seekor kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata ” Aku turut bersimpati… tapi tidak ada yang bisa aku lakukan.”
Komentar : Leave a Comment »
Kategori : Untaian Hikmah
SEMUT DAN LALAT
6 11 2007Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta diatas sebuah tong sampah didepan sebuah rumah. Suatu ketika anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat. “Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar” katanya.Setelah kenyang si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.
Komentar : Leave a Comment »
Kategori : Untaian Hikmah
JANGAN MENUNGGU UNTUK BAHAGIA…!
6 11 2007We can fly on the sky like a birds, We can swim on the sea like a fish,
But we never find happiness……
Kata-kata tersebut tertulis dalam diary seorang selebritis dunia yang ditemukan tewas dalam keadaan over dosis, karena terlalu banyak mengkonsumsi obat penenang. Tapi sungguh sayang sekali, saya betul-betul lupa siapa nama selebritis itu. Saat membaca berita tentangnya, saya lebih tertarik dengan kata-katanya, sehingga tak begitu memperhatikan siapa nama dan bagaimana sosoknya. Dan kata-kata itu masih saya ingat hingga saat ini. Saya kadang berpikir dan bertanya-tanya dalam hati, betapa mahalnya sebuah kebahagiaan. Sehingga seorang selebritis dunia yang punya segalanya-kecantikan, kekayaan dan kepopuleran-tidak bisa membeli dan tidak pernah menemukan kebahagiaan dalam hidupnya… Lalu, sebenarnya apa sih, kebahagiaan itu…? What is the happiness? Baca entri selengkapnya »
Komentar : 1 Komentar »
Kategori : Untaian Hikmah
Sepenggal Cerita dari (Jogja) Karangasem
5 11 2007Hampir lima tahun sudah kutinggalkan “Jogjaku”, setelah empat tahun lebih aku membersamai kota gudeg itu. Ada banyak cerita yang mengisi perjalanan hidupku ketika selama empat tahun itu kutapaki langkah-langkah kakiku dalam mencari jati diri, memupuk idealisme, mengisi pengathuan diri tentang kehidupan dan penghidupan. Hampir seluruh sudut-sudut kota Jogja sudah kusambangi, mulai dari Malioboro, kali urng, gunung kidul bahkan sampai kulon progo, bantul dan cangkringan yang terkenal dengan mBebeng, kali kuning dan susu segarnya. Semua membawa kesan yang luar biasa, yang pasti akan menjadi kisah unik dan menarik yang mengisi dan menghiasi perjalan hidupku.
Akan tetapi dari sekian kesan dan cerita, ada satu komunitas yang begitu dalam menghujam ke dalam hati dan ingatanku. Ketika dengan segala canda dan ceria, segala suka dan duka setiap hari mengisi hari-hariku. Karangasem, dengan Al-JIhad dan Al-Ikhlash, benar-benar menjadi tempat yang turut mengukir dan mendesain pola tingkah, pola sikap dan pola pikir yang saat ini menjadi pijakanku.
Karangasem, dengan segala hiruk pikuknya dan orang-orang yang ada didalamnya masih begitu jelas terbayang dalam ingatanku. Pak Genep dengan warung SAERAHnya, Pak Yitno dengan sikap tegasnya, Bu Siswantoro dengan sikap keibuan dan rada galaknya, Pak Kasno, Pak Jadi, Pak Wonggo, Pak Dwijo (almarhum) dan ibu yang begitu sabar dan sering memberikan nasi bungkusnya dan masih banyak lagi nama-nama dan wajah-wajah yang sampai saat ini masih melekat dalam ingatanku. Semoga Bapak dan Ibu semuanya senantiasa dalam lindunganNya. Amin.
Tidak ketinggalan pula, adik-adik manisku yang selalu mengisi hari-hariku (terutama disore hari). Entah kini kalian sudah segede apa, Ida yang lucu, Dinitya yang cool dan imut, Fauzan yang nakal, Fatma & Sari yang agak kemayu (pasti kalian sekarang sudah jadi AKHWAT, mudah-mudahan), Saras dan Gembil yang gendut (mudah2n sekarang agak langsingan ya). Keceriaan dan kenakalan kalian begitu membekas dalam sanubariku. Pengalaman yang begitu berharga, bahkan teramat berharga ketika kalian mengisi hari-hariku.Mas Adhi doakan agar kalian semua menjadi generasi yang Robbani.
Terakhir, Buat Saudara dan Sahabat-sahabatku semua IKhwan dan Akhwat di Al-Ikhlash (ngga terasa ada tetes air mata yang menggenang di mataku, terserah saja kalau kemudian dianggap laki-laki yang cengeng). Seungguh luar biasa kebersamaan dan ukhuwah yang kalian tunjukkan. Dian (masih kau ingat ketika kita tinggal bersama dalam satu kamar yang berukuran 1 x 2 m) semoga ini menjadi pelajaran buat kita bahwa suatu saat itulah tempat kita yang sesungguhnya di alam kubur nanti. Arifin dengan kecerdasannya yang luar biasa menjadi inspirasi bagi siapa saja yang bersama dengannya, Mas Amin dengan sikap dewasa dan kesabarannya yang luar biasa, MAs Adi dengan ketulusan hatinya (Semoga sukses dengan dakwah di PeKaEs Bloranya), Nur IKhwan dengan keceriaan dan sikap ngeyelnya, Erik dengan senyum khasnya, Rahmat dengan suara merdunya yang mendayu-dayu (denger2 sudah jadi bos nich), Munir, Saepul, Padmo, Agus, Fauzi (Sahabat dan teman2 di KAMBOJA 10). Spesial buat Ansyar Brutu, Mas ANdi (kalian begitu spesial dimataku. Termasuk mas DARSONO (dengan gaya khasnya)
Juga buat sahabiyah akhwat Karangasem yang luar biasa ghirohnya. Mba Ida, Mba Irul (kaka beradik yang beda tapi sama-sama semangat), Mba Zul, Mba Rita dan mbak2 ku semua di QONITA (afwan Aku lebih suka panggil kalian mba, buka Ukh, toch mangsudnya sama), Mba Puji, Mba Wati, Mba DIta, Mba Intin, Mba Afifah serta mbak2 semua yang ada di Nadia, Azzahro, Balqis. Pelajaran dan dan kebersamaan yang kita bangun dalam bingkai iman dan islam semoga masih tetap terjaga sampai sekarang. Saat ini ku yakin sebagian besar kalian sudah asyik dengan amanah baru kalian dengan jundi/jundiyah kalian. Semoga sukses dan Ridho Allah senantiasa membersamai kalian.
Bersambung….
Komentar : 6 Komentar »
Kategori : Catatan Sahabat
Malaikat Kecilku…
1 11 2007Pagi itu kurang lebih jam setengah empat, udara masih terasa cukup dingin. Disaat sebagian besar makhluk asyik masyuk dalam buaian mimpi. Sebagaimana halnya diriku yang masih menikmati bercegkerama dengan pulau kapuk (bantal red.)
Tiba-tiba ada tangan halus, mungil dan lembut yang mencakar-cakar mukaku, mengganggu kenikmatan tidurku. Ingin rasanya marah, siapa sich yang iseng nggangguin kenikmtan orang. Setelah mataku terbuka, ada satu sosok kecil nan mungil dengan senyum dan celotehnya yang khas didepanku. Ooo,… ternyata malaikat kecilku. Wajah lugu dan tak berdosa itu begitu lembut meluruhkan amarah dan rasa kantukku.
Alifa… yang biasa kupanggil Iffa, malaikat kecilku itu tidak terasa sudah berusia 4 bulan. Sudah bisa berceloteh, tengkurap dan berputar-putar, sehingga Abi sama Uminya harus ekstra hati-hati menjaganya, kalau tidak bisa-bisa jatuh ke lantai. Pernah satu malam kira-kira 2 hari yang lalu, Alifa kecilku bangun, karena merasa ngga ada yang menemani akhirnya di main sendirian, sementara Abi dan Uminya masih terlelap buaian mimpi. Tahu-tahu kepalanya sudah kepentok tembok, sementara mukanya tertutup sama selimutnya. Alhamdulillah, teriakan kecilnya bisa membangunkan Abi-Uminya sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak sempat terjadi.
Alifa, bidadari kecilku… Begitu banyak memberi arti dalam hidupku. Senyumnya begitu membuatku ingin segera pulang kerumah, ketika sedang beraktivitas diluar. Rasa capek, lelah, suntuk, seketika luruh oleh sapaan manisnya. Alifa-ku, menjadi sumber inspirasi dalam hidupku, menjadi sumber motivasi dalam aktivitasku, menjadi penyejuk hati dikala sedang merasakan keringnya kalbu.
Alifa-ku, bidadari kecilku. semoga Engkau kelak menjadi anak sholihah, jundiyah muthiah, menjadi daiyah penerus risalah dakwah. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan kemudahan dalam setiap langkah-langkahmu… Allahuma, Robbana hablana min azwaazina wa dzurriatina qurro taayyun wa ja’alna lil mutaqiina imamaa. Amiin.
Komentar : 3 Komentar »
Kategori : Catatan Pribadi

Komentar Terbaru